Shalat Bahagia Sebagai Obat Penenang Hati
SHALAT BAHAGIA SEBAGAI OBAT PENENANG HATI
Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
Oleh : Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
A. Pengertian
Sholat sebagai obat penenang hati
Sholat berasal dari bahasa arab yang artinnya ‘’do’a’’.
Sedangkan menurut isltilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan bacaan
takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan
ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat
mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan
Penciptannya.
Sholat sebagai penenang hati yaitu dengan shalat yang khusyu’ karena
dapat mewujudkan ibadah yang benar-benar karena Allah yang ikhlas, pasrah, dan rendah
diri terhadap Dzat yang telah menciptakan
manusia dengan Kuasa-Nya. DI dalam shalat, Hamba meminta segala sesuatu kepada
Allah dan meminta dari Nya hidayah untuk menuju jalan yang lurus, serta
kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Seseorang berkenan memohon ijabah dan
mencurahkan segala sesuatu keluh kesah hidunya, baik dalam hal cahaya hidayah,
limpahan rahmat, maupun ketenangan. Shalat pada hakikatnya merupakan sarana
terbaik untuk membimbing orang Islam untuk menuju jalan yang benar, shalat juga
merupakan tali penguat yang dapat mengendalikan diri. Ia adalah obat penenang
hati dan pengaman dari rasa takut dan cemas, juga memperkuat kelemahan dan
senjata bagi yang merasa lemah.
Dengan
shalat, kita dapat memohon pertolongan atas ujian zaman, tekanan-tekanan orang
lain, dan kekejaman pada durjana. Allah Subhanahu
Wata’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ
ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
”Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan
shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Nabi Muhammad ketika menghadapi
persoalan genting, beliau berlindung melalui shalat. Ruku dan sujud dalam
shalatnya dilakukan secara khusyu’, membawa rasa
dekat kepada Allah. Bersama Allah pula, beliau merasa berada di suatu tempat
atau sandaran yang kokoh, sehingga merasakan aman tenteram, percaya diri, dan
penuh keyakinan, dan memperoleh perasaan damai, sabar terhadap segala bentuk
ujian dan cobaan, serta rela terhadap takdir Allah atas dasar kesetiaan sejati
dan kejujuran, dan memperkokoh cita-cita yang besar dalam kekuasaan Allah dan
pertolongan-Nya bagi hamba-Nya yang beriman dan bekerja secara jujur tanpa
pamrih. Sholat bertujuan beribadah kepada Allah, selain itu juga sebagai
obat penenang hati agar tenang, tidak merasa keresahan, serta ikhlas
mengerjakan segala sesutau kepada Allah.
Pelatihan Terapi Sholat Bahagia merupakan
pelatihan sholat yang tidak biasa, mengapa saya mengatakan hal yang tidak biasa
? Ya, jawabannya sholat ini berbeda dari sholat biasanya yang sering kita
lakukan karena sholat ini lebih khusyu’ atau berserah diri kepada sang kholik.
Kita juga dapat menemukan kesejukan serta kenyamanan dalam sholat. Selain itu, pelatihan
Sholat bahagia juga sudah merambah ke mancanegara seperti Taiwan, USA,
Bangladesh, Bangkok, dll. Pelatihan Sholat bahagia merupakan terapi shalat yang
dibimbing oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku Trainer Terapi Sholat
Bahagia atau yang biasa disebut PTSB. Banyak para pejabat atau petinggi negara yang menganggap bahwa terapi ini berhasil dan dapat
merubah mindset orang yang memiliki beban yang banyak namun setelah melakukan
terapi shalat ini mereka merasa beban yang dihadapi ringan.
Terapi
sholat bahagia adalah cara khusus atau cara shalat secara detail. Menurut
trainer terapi sholat bahagi yaitu:
T2Q
yaitu
1. Tuma’ninah
: diam/tenang atau menghentikan seluruh gerakan tubuh yang lamanya minimal
seukuran membaca subhanallah. Tuma’ninah merupakan sebuah syarat untuk mencapai
kekhusyukan dalam shalat. Hal ini sesuai dengan hadist :
“Kalau kamu
berdiri ketika shalat, maka berdirilah dengan tuma’ninah. Kalau kamu ruku’, tuku’lah
dengan tuma’ninah, kemudian berbuatlah demikian dalam setiap sholatmu.(HR.
Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah).
2. Tawakal
: mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri
sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan,
atau menanti akibat dari suatu keadaan.
3. Qona’ah
: sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta
menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan
perasaaan kurang. Orang yang memiliki sifat qonaa’ah memiliki pendirian bahwa
apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah kehendak Allah SWT. Maksud
qana’ah yaitu ketika melakukan pelatihan terapi shalat bahagia para jama’ah
agar mencurahkan keluh kesahnya dan merasa ikhlas atas cobaan yang dihadapinya
dengan begitu seseorang akan lebih tenang setelah m elakukan terapi sholat ini
daripadi sebelumnya.
Setelah
melakukan terapi sholat bahagia dengan T2Q maka seseorang akan mendapat
kebhagaiaan, kenyamanan, kesejukan hatinya.
B. Spesifikasi
PTSB yaitu :
1. Al-Qur’an
dan Hadist : kedua hal tersebut
merupakan sumber ajaran Islam yang berasal dari Allah dan di diwahyukan kepada Nabi
Muhammad SAW, Hadist sendiri yaitu
segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik perkataan, perbuatan,
serta ketetapan.
2. Arabic
? complete : maksud dari bahasa arab
complete ini berarti pada buku panduan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia
terdapat terjemah bahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh para Jama’ah yang
mengkikuti pelatihan terapi sholat ini sehingga para jama’ah tidak merasa
kesulitan ketika mempelajari serta mempraktekan di dalam Shalat.
3. Drive
= Spiritual Gravitation : mengendarai disini bermaksud menguasai mindset kita
dengan melalui gravitasi spiritual, merubah mindset atau menyadarkan diri
sendiri dengan terapi shalat bahagia ini juga cukup efektif.
4. Positive
thingking and self-confidence : berpikiran positif dalam segala permasalahn
yang kita hadapi merupakan jalan terbaik bagi Allah dalam kehidupan kita.
Percaya diri dalam sendiri bahwa kita bisa melewati segala cobaan yang dihadapi
dan jangan takut untuk maju bergerak agar mendapatkan jalan keluar.
![]() |
|||
![]() |
|||
N![]() |
![]() |
||||
كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ
وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ
شَيۡٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
“Diwajibkan atas kamu
berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi
kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui.” Q.S Al-Baqarah:216
Maksud ayat diatas yaitu
sesuatu perkara yang kita benci bisa jadi suatu yang amat baik bagimu namun
Allah dan sesuatu yang baik bagimu juga belum tentu baik dimata Allah. Maka
dari itu seharusnya kita ketika menghadapi cobaan dari Allah sedangkan itu kita
tidak menyukainya maka berbaik sangkalah kepada Allah akan memberimu seusatu
yang baik bagimu dengan cara Allah menguji kita. Jika kita merasa susah maka
kita menyalahi aturan Allah, karena rencana Allah pasti lebih baik daripada
rencana yang kita buat.
Alah SWT berfirman : “Barang
siapa tidak senang dengan keputusan dan takdirku maka hendaknya ia segera mencari
Tuhan selain aku.”(HQR.at Thabrany)
“Barang siapa tidak
beriman (mengeluh) pada takdir-Ku enak atau tidak enak maka Aku tidak akan
mengurusinya lagi”(HQR. Abu Ya’la)
Dari kedua hadist
tersebut, maka manusia tidak banyak mengeluh namun banyak bersyukur atas segala
sesuatu yang diberi oleh Allah, agar segala sesutau dijalani dengan ikhlas dan
diridhai oleh Allah serta dapat mencapai kebahagian.
C.
Syarat Doa :
1. Stop
Complaining (tidak mengeluh)
2. Waktu
: ketika kita meminta pada Allah pada semisal pada tahun 2019 namun doa
tersebut dikabulkan oleh Allah pada tahun 2030, karena Allah yang menentukan
hari yang baik untuk mengabulkannya.
D.
Kalimat kata kunci terapi Sholat bahagia :
1. Shalat
dalam posisi berdiri (SUBHAN) dan setelah membaca al-Fatihah.
a. Syukur
: bersyukur atas segala sesuatu yang telah diberikan oleh Allah.
b. Bimbingan
: meminta untuk dibimbing agar tetap kejalan yang benar.
c. Ketabahan
Iman : meminta kepada Allah agar dikuatkan imannya dan dapat melawan hawa
nafsu.
2. Shalat
dalam posisi ruku’ (TURUT)
a. Tunduk
: menyerahkan diri kepada Allah, khusyu’ dalam beribadah.
b. Menurut
: menurut segala sesuatu atas perintah Allah dan meminta ampun atas segala dosa
yang diperbuat
3. Shalat
dalam posisi I’tidal (HADIR)
a. Hak
pujian : meminta ampun dan Allah lah yang berhak dipuji.
b. Takdir
Allah : segala sesuatu yang telah terjadi merupakan takdir Allah, merasa ridho
dan ikhlas.
4. Shalat
dalam posisi Sujud (MASJID)
a. Maaf
: memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang telah diperbuat.
b. Sinar
: memohon kepada Allah untuk disinari hati, lidah, mata, dan telinga agar
selalu di jalan Allah.
c. Jiwa
dan raga : menyerahkan diri pada Allah bahwasannya jiwa dan raga seorang hamba
milik Allah.
5. Shalat
dalam posisi duduk antara dua sujud (AKSI)
a. Ampunan
: memohon ampun kepada Allah “ampunilah saya Ya Allah”
b. Kasih
: memohon kasih pada Allah “Ya Allah Kasihilah aku, cintailah aku. Jadikan hidupku
penuh kasih bersama keluarga dan sesama manusia.”
c. Sejahtera
: memohon agar diberi rezeki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan
menolong fakir miskin.
d. Iman
: memohon kepada Allah agar kuat serta semakin dekat dengan Allah, sabar dan
tegar dalam menghadapi segala cobaan dari Allah.
6. Shalat
dalam posisi tasyahud (SOSIAL)
a. Sholawat
: bersholawat dan salam untuk Nabi SAW, dan memohon agar diberi kekuatan untuk
meneladani akhlaknya.
b. Persaksian
: bersaksi kepada Allah bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah
utusan Allah, jadikan syahadat sebagai pegangan hidup.
c. Tawakal
: menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, sesunguhnya hidup dan mati milik
Allah dan Allah berhak atas keduanya.
E.
Ketentuan dalam terapi Shalat bahagia :
1.
Ketika takbir telapak tangan menghadap
kiblat yang lurus dan sungguh-sungguh, setelah takbir tangan boleh diletakkan
di dada, hati, diatas pusar, dan dibawah pusar, setelah membaca surat al-Fatihah
dan melakukan perenungan lalu dilanjutkan dengan membaca surat pendek.
2.
Ruku’ merupakan penyehatan yang luar biasa
dalam ruku’ juga kita dianjurkan untuk tumakninah dalam sholat, karena dalam
posisi ini kita harus siap mati kapan saja, dimanapun, dan kapanpun. Ruku’
sejati dapat menjadi penangkal stress, serius, istighfar, dan meraih kemuliaan.
3.
I’tidal, dalam posisi ini agar bertakbir
yang benar dengan telapak tangan yang diangkat dan menghadap ke kiblat.
4.
Sujud dengan tumakninah dan melakukan
MASJID(maaf,sinar, dan jiwa raga).
5.
Duduk diantara dua sujud (AKSI)
6.
Tasyahud (SOSIAL) sholawat,persaksian, dan
tawakal.
7.
Salam, menoleh kekanan dengan memintakan
ampun atas dosa-dosa orang yang di sebelah kan serta mendoakan agar kelak
sukses, menoleh sebelah kiri juga melakukan seperti menoleh kekanan.
F.
Kesimpulan :
Intisari
Do’a dalam Shalat bahagia yaitu renungan dalam hati dalam gerakan berikutnya. Sholat
bahagia juga bukan untuk berjamaah melainkan untuk shalat sendiri, perbanyak do’a
dalam shalat daripada setelah shalat karena do’a ketika shalat lebih mujarab daripada
berdo’a setelah shalat, memprogram terapi ini dalam shalat sehari-hari dan
bertahap jangan sekaligus, menulis Daftar Anugrah dan Daftar Masalah & Harapan
untuk dipasrahkan kepada Allah ketika shalat berlangsung. Ceritakan masalah
anda secara rinci dan fokus, katakanlah bahwa anda ikhlas, ridho dan tidak
mengekuh atas masalah yang dihadapi, katakan bahwa anda yakin(3x) Maha Kuasa
menolong anda, dan katakan anda Pasrah(3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya.




Barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua, sudah bagus bahasanya mudah dipahami. Semangat dan sukses slalu kak
BalasHapusBarokallah setelah membaca artikel ini dan menerapkan nya Alhamdulillah sekali hasilnya ☺️
BalasHapusLuarbiasa yaaa 👍🏻👍🏻
HapusAlhamdulillah bermanfaat sekali artikelnya:)
BalasHapus